Showing posts with label ikan lele. Show all posts
Showing posts with label ikan lele. Show all posts

Wednesday, December 19, 2018

Tips Memilih Bibit Unggul Ikan Lele

Ikan lele menjadi salah satu jenis ikan pilihan favorit bagi para pembudidaya ikan air tawar di Indonesia, mengingat perawatannya yang tergolong tidak terlalu sulit, juga kebutuhan pasar terhadap ikan lele terus mengalami peningkatan, ditambah banyak masyarakat yang gemar mengkonsumsi ikan lele. Oleh sebab itu ikan lele menjadi salah satu media mata pencaharian bagi masyarakat tertentu. Namun, seberapa cermat kah para pembudidaya memilih bibit yang unggul saat hendak membudidayakan ikan lele?

Pemilihan bibit unggul saat hendak membudidayakan ikan lele menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan penebaran benih ikan lele kedalam kolam budidaya. Bibit yang sehat dan berkualitas (unggul) akan menentukan seberapa produktif ikan lele selama masa periode budidaya berlangsung, terutama tingkat kematian yang minim. Jika pembudidaya mengabaikan pemilihan bibit saat sebelum melakukan penebaran, maka potensi resiko terbesar akan terjadi di waktu budidaya berlangsung atau bahkan pasca panen. Misalkan, apabila bibit yang dipilih tidak sehat maka resikonya pertumbuhan ikan akan lambat atau bahkan tingkat kematian yang tinggi, terlebih saat pemanenan ikan lele tidak mampu bertahan hidup sampai ke tengkulak ikan. Tentu hal tersebut akan membuat kerugian secara periodik, maka dari itu pemilihan bibit unggul jangan di abaikan.

Meskipun banyak penjual bibit mengatakan bibit ikan yang dijual merupakan bibit yang unggul, namun tidak ada salahnya jika kita mengetahui dan memahami karakter bibit ikan yang berkualitas. Bibit yang unggul memiliki beberapa ciri yang dominan daripada bibit yang tidak samasekali.

Berikut ini akan kita bahas mengenai ciri-ciri bibit unggul pada ikan lele :

1. Bibit Berasal Dari Budidaya Benih Ikan Lele


Ciri yang pertama yaitu bibit ikan lele harus berasal dari hasil budidaya benih ikan lele. Pasalnya, bibit lele tersebut biasanya akan jauh lebih terjaga kualitasnya, karena melalui proses pemeliharaan yang intensif selama budidaya.

Selain itu, bibit dari budidaya benih ikan lele lebih cenderung berasal dari indukan terbaik. Artinya, anda tidak meragukan kualitas keturunannya. Pembudidayanya juga sudah memahami dengan baik tentang bagaimana cara membesarkan benih ikan lele agar terjamin kualitasnya hingga menjadi ikan lele siap jual.

2. Agresif/lincah


Jika anda merasa sulit untuk menangkap bibit ikan lele dengan tangan kosong karena gerakannya yang lincah/gesit, itu menandakan bahwa bibit tersebut dalam kategori bagus. Perhatikan gerakan bibit ikan lele lainnya, caranya masukan bibit ikan lele kedalam wadah kemudian miringkan wadah yang berisi bibit ikan lele. Lihat pergerakannya. Jika sebagian besar bibit ikan lele bergerak melawan arus, maka bibit tersebut benar-benar bagus. Namun apabila bibit ikan lele terbawa arus, artinya bibit tersebut kurang baik. Cara seperti ini sangat ampuh guna menentukan seberapa lincah bibit ikan lele yang akan anda adopsi, semakin lincah gerakannya maka semakin baik bibitnya.

3. Fisik Harus Sempurna


Bibit yang berasal dari budidaya benih ikan lele serta gerakan bibit yang agresif, tak selamanya menjamin kesempurnaan fisik pada bibit ikan lele. Jika anda menemukan fisik yang terluka atau cacat pada tubuh benih ikan lele, sebaiknya jangan dipilih.

Upayakan memilih bibit ikan lele yang badannya mulus dan warna yang selaras, warna bibit ikan lele yang baik yakni berwarna cokelat tua atau hitam kemerahan. Morfologi tubuhnya seimbang mulai dari kepala hingga badan, kulitnya pun cerah dan mengkilap.

Bibit ikan lele yang bagus tidak pucat dan tidak menggerombol di pojok kolam, justru ia bergerak lincah kesana-kemari. Jika anda menemukan salah satu bibit yang tubuhnya tidak sempurna sebaiknya pisahkan. Kesempurnaan fisik pada bibit ikan lele akan menentukan bentuk fisiknya setelah menjadi ikan lele siap jual, konsumen pun akan jeli memilih ikan lele yang bagus dan mana yang tidak. Hal tersebut patut anda perhatikan, karena turut menentukan untung rugi dalam budidaya.

4. Ukuran Bibit Harus Seragam


Layaknya ikan lainnya, dalam memilih benih ikan lele juga anda harus memilih ukuran yang seragam. Mengapa demikian? Sebab jika anda tidak memilih benih ikan lele dengan ukuran yang seragam, maka resiko yang akan terjadi adalah tingkat kanibal yang sangat tinggi saat budidaya.

Ikan lele yang lebih besar biasanya akan memangsa ikan lele yang lebih kecil ukurannya, kalau itu yang terjadi maka jumlah ikan lele yang dibudidayakan akan semakin berkurang. Akibatnya anda akan mengalami kerugian yang cukup tinggi.

Selain itu, ukuran bibit ikan lele juga akan mempengaruhi pertumbuhannya. Apabila awalnya bibit ikan lele yang anda gunakan tidak seragam, maka ketika besar ukurannya tidak akan sama. Jika itu terjadi maka akan ada seleksi ikan atau penyortiran ikan yang berlebih, alhasil panen anda akan terhambat akibat hasil yang tidak sama rata.

Misalkan, anda akan membeli bibit ikan lele sebanyak 500 ekor, ketika memilih di lokasi budidaya maka pilihlah ukuran bibit sesuai dengan kebutuhan anda. Dengan toleransi perbedaan ukuran hanya 1 cm saja, tapi jumlah toleransi tersebut tidak boleh lebih dari 10%. Contoh : Bibit yang akan anda gunakan berukuran 5 cm, maka boleh dicampur dengan bibit yang berukuran 4-6 cm sebagai toleransi, namun dengan catatan jumlahnya jangan terlalu banyak.

5. Bibit Dalam Kondisi Sehat


Sebelum hendak membeli bibit ikan lele, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu mengenai riwayat kesehatn bibit. Tanyakan apakah bibit ikan lele pernah sakit. Tujuannya jika bibit ikan lele mengalami sakit yang sama, anda akan mudah menanganinya.

Bibit ikan lele yang sehat memiliki ciri-ciri, gerakannya gesit, tubuh proporsional, warna kulit mengkilap, tidak menggantung, bebas cacat atau luka dan sungut berwarna cerah. Namun anda tetap mengupayakan dalam pemilihan bibit ikan lele yang tidak memiliki riwayat sakit, agar lebih mudah dalam merawatnya, sebab bibit ikan lele yang memiliki riwayat sakit maka resiko kematian akan lebih tinggi.

6. Perhatikan Riwayat Induknya


Indukan akan selalu menjadi faktor yang berpengaruh dalam pemilihan bibit hewan jenis apapun, jika bibit ikan lele berasal dari indukan yang unggul maka sudah pasti keturunannya juga akan mewarisi sifat genetik induknya.

Pilihlah bibit ikan lele yang asalnya bukan dari perkawinan inbreeding atau tingkat kekerabatan yang tinggi. Semakin jauh tingkat kekerabatannya maka semakin bagus kualitas bibitnya. Kemudian, perhatikan jenis ikan lele indukannya. Misalkan, ikan lele jenis sangkuriang sudah pasti lebih bagus dari ikan lele lokal, karena dapat dilihat dari pemijahannya. Dan hasil panennya pun akan jauh lebih baik dibandingkan dengan ikan lele jenis lokal lainnya.

7. Punya Sertifikat CPIB


Kriteria yang terakhir yaitu harus memiliki sertifikat CPIB. CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik), jika memang kualitas bibit yang anda beli tergolong bibit yang unggul, maka pembudidaya pasti mengantongi sertifikat CPIB. Dari sertifikat tersebut anda akan menjadi tahu, darimana asal indukannya dan jenis apa yang digunakannya. Namun tidak semua pembudidaya memiliki sertifakat tersebut, oleh sebab itu berpacu pada kriteria sebelumnya juga sudah lebih dari cukup untuk dapat menjamin kualitas bibit yang akan anda gunakan.

Demikian beberapa kriteria atau mengenali ciri-ciri bibit yang unggul pada ikan lele. Selain bibit harus baik, persiapan budidaya yang lain juga harus tetap diperhatikan guna mengharapkan hasil yang maksimal. Semoga Bermanfaat..


Monday, December 17, 2018

Tips Budidaya Ikan Lele Lengkap

Pamor ikan lele seakan tak pernah hilang dari pasaran, keberadaannya tersedia mulai di pasar-pasar tradisional, supermarket dan warung-warung makan bahkan di restoran, semua guna memudahkan penggemar ikan lele agar mudah mendapatkannya. Artinya, para penggemar ikan lele sangat banyak, melihat banyaknya tempat yang menyediakan ikan lele dari berbagai macam olahan. Tak jarang pembudidaya ikan banyak yang menjadikan ikan lele sebagai objek utama pembudidayaan ikan, bahkan saat ini banyak inovasi-inovasi yang menyediakan perlengkapan untuk budidaya ikan lele.

Ikan lele atau nama ilmiahnya Clarias merupakan jenis ikan air tawar yang mudah hidup dan berkembang biak di segala tempat, mengingat daya tahan tubuh ikan lele yang dapat beradaptasi di berbagai media tempat. Jenis ikan ini sangat mudah dikenali dengan ciri tubuhnya yang licin berwarna coklat gelap dan mempunyai kumis yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Banyak jenis ikan lele yang berkembang luas di Indonesia, namun jenis lele yang paling banyak dijumpai pada budidaya ikan air tawar adalah jenis sangkuriang. Ikan lele sangkuriang adalah termasuk jenis ikan keturunan dari ikan lele jenis Jumbo, ikan lele sangkuriang memiliki kelebihan daripada ikan lele jenis lainnya, yaitu lebih mudah dibudidayakan dan dapat dipijahkan sepanjang tahun, fekunditas telur yang relatif lebih besar serta memiliki kecepatan tumbuh dan FCR (efisiensi pakan yang tinggi), itu bebabnya ikan lele sangkuriang lebih banyak dipilih bagi para pembudidaya ikan di Indonesia.

Selain cita rasa ikan lele yang gurih, dan cocok dibuat segala macam jenis makanan, dalam membudidayakannya pun tergolong sangat mudah. Karena ikan lele adalah jenis ikan pemakan segala (omnivora) sehingga memudahkkan pembudidaya untuk memberikan pakan. Dalam budidaya ikan lele dapat menggunakan berbagai macam media kolam, termasuk kolam terpal. Berikut tips/cara membudidayakan lele secara lengkap.

1. Konstruksi Kolam


Tahap utama yang dibutuhkan saat hendak budidaya ikan lele ialah mempersiapkan kolam budidaya. Ikan lele dapat dibudidaya menggunakan semua jenis kolam, namun kali ini kami akan membahas budidaya ikan lele menggunakan kolam terpal. Hal yang perlu dipersiapkan terhadap budidaya ikan lele yang menggunakan kolam terpal baru adalah dengan melakukan sterilisasi agar zat kimia pada terpal menghilang, hal ini supaya pertumbuhan ikan lele dapat optimal, dan mengurangi tingkat kematian yang tinggi. Rendam terpal yang hendak dijadikan media kolam selama 3-4 hari, setelah itu bersihkan bagian dalam terpal menggunakan kain bersih dengan cara menggosoknya secara merata menggunakan air mengalir.

2. Pemilihan Bibit Unggul


Pemilihan bibit menjadi penentu kualitas ikan selama budidaya, ikan akan tumbuh sehat jika bibitnya dipilih dengan baik. Usahakan untuk memilih bibit ikan lele yang sudah bersertifikat agar terjamin kualitasnya. Benih unggul dapat kita lihat dengan cara memperhatikan beberapa ciri-cirinya, antara lain:
  • Benih terlihat aktif melakukan oksigenasi,
  • Gesit,
  • Agresif,
  • Ukuran terlihat sama rata,
  • Warna sedikit lebih terang.
3. Penebaran Benih


Bibit lele yang hendak dibudidayakan, jangan langsung dimasukkan kedalam kolam budidaya. Tetapi harus melalui beberapa tahapan agar lele cepat untuk beradaptasi. Adapun caranya sebagai berikut, masukkan air kolam yang akan dijadikan budidaya lele kedalam ember/bak sesuai dengan kapasitas benih, kemudian pindahkan bibit ke dalam wadah yang telah terisi air kolam. Diamkan selama kurang lebih 30 menit, agar lele tidak stres setelah dipindahkan dari penangkaran kedalam habitat barunya. Setelah 30 menit, benih dapat ditebar ke dalam kolam yang sudah dipersiapkan. Dalam penebaran benih, dilakukan pada pagi hari atau malam hari, karena diwaktu tersebut kondisi air relatif stabil.

4. Pengaturan Kualitas Air


Pengaturan air menjadi faktor penting selama budidaya berlangsung, meskipun pemberian pakan dalam jumlah yang cukup, jika kualitas airnya buruk maka perkembangan ikan juga akan terganggu. Selama budidaya, penguapan air dalam kolam menjadi hal yang normal, air akan terus berkurang dalam setiap harinya. Saat penguapan terjadi, maka pembudidaya harus menambahkan air sampai ke ukuran semula.

Lele tidak suka dengan kondisi air yang jernih, oleh sebab itu pembudidaya harus cermat dan dapat membuatkan fermentasi air sebagai persiapan air pada kolam sebelum penebaran benih dilakukan. Cara pembuatan fermentasi dapat dilihat di Cara Membuat Fermentasi Air Kolam Budidaya Ikan.

5. Pemberian Pakan


Pemberian pakan pada ikan sebaiknya dilakukan tiga kali sehari yaitu pada pukul 07:00, 17:00 dan 22:00. Dalam pemberian pakan tidak boleh terlalu berlebihan karena akan menimbulkan berbagai macam resiko saat budidaya, jika pakan yang berlebih tidak termakan pada ikan maka sisa pakan akan menjadi racun atau amonia yang akan berdampak kematian pada ikan. Selain itu, pemberian pakan jangan langsung diberikan pellet dalam kondisi kering, karena sifat pellet yang kering akan mengembang saat tercampur air, dan apabila termakan pada ikan jumlah pellet yang dimakan akan mengembang di dalam perut yang mengakibatkan lele over feeding, tentu kesehatan lele akan terganggu. Usahakan pellet dicampur dengan air terlebih dahulu, gunakan semprotan air agar memudahkan cara tersebut, jangan terlalu basah (nyemek) dan jangan terlalu kering.

6. Pengendalian Penyakit


Penyakit pada kehidupan ikan tidak bisa dianggap remeh, karena sangat mempengaruhi pertumbuhan pada ikan, bahkan dapat menyebabkan kematian. Jumlah ikan yang banyak di dalam kolam tentu sangat berpotensi timbulnya berbagai macam penyakit, oleh sebab itu kontrol kualitas air dan pakan agar terhindar dari penyakit-penyakit tertentu.

Sebagai pencegahan dapat menggunakan obat-obatan atau probiotik yang dijual dipasaran, tergantung  pada jenis penyakit apa yang menyerang ikan lele. Ikan lele tidak akan terjangkit suatu penyakit jika dalam pengelolaan media budidaya dengan cara yang baik dan benar.

7. Pemanenan Lele


Dalam budidaya pembesaran ikan lele, hanya memerlukan waktu selama kurang lebih 2-3 bulan untuk dapat di panen. Saat waktu tiba, ukuran ikan lele dalam 1 kg mencapai 7-8 ekor. Saat pemanenan gunakan alat-alat yang berbahan halus atau yang tidak sampai merusak bagian tubuh ikan lele, jika terjadi kecacatan tentu akan mengurangi nilai jual pada ikan lele.

Friday, December 14, 2018

Jenis-jenis Budidaya Ikan Air Tawar

Populasi ikan air tawar saat ini semakin banyak dijumpai, melihat kebutuhan pasar terhadap ikan yang tak pernah lesu. Artinya ikan selalu menjadi komoditas tersendiri bagi masyarakat kita. Selain rasanya yang nikmat, manfaat dari ikan itu sendiri menjadi salah satu daya tarik untuk dapat  terus mengkonsumsinya. Bahkan ikan juga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi pada perkembangan tumbuh si buah hati, terutama omega 3 yang dihasilkan pada ikan menjadi kebutuhan nutrisi yang sangat penting pada anak usia dini. Itu sebabnya saat ini semakin banyak masyarakat yang membudidayakan ikan khususnya ikan air tawar, mengingat rasa dan manfaatnya yang sangat dibutuhkan sebagai menu makanan 4 sehat 5 sempurna.

Ikan air tawar masih menjadi primadona bagi para penggemarnya. Bagi para penggemar ikan air tawar biasanya akan mengisi awaktu luangnya untuk pergi ke pemancingan, menghabiskan waktu senggang untuk memancing ikan, dengan berbagai jenis ikan air tawar yang disediakan sebagai objek pemancingan oleh pemilik tempat. Hal ini menjadi salah satu faktor pendukung guna memfasilitasi para penggemar ikan air tawar untuk bisa menikmati ikan dengan sensasi yang berbeda, biasanya ikan dapat dijumpai di pasar-pasar, namun kini tidak hanya di pasar saja melainkan di kolam pemancingan juga tersedia berbagai macam jenis ikan air tawar. Tentu ini sangat diapresiasi bagi para penggemar ikan yang sekaligus hobi memancing.

Ada beberapa macam jenis ikan air tawar yang biasa dibudidayakan dan dipelihara pada kolam pemancingan, tentu hal ini menjadi pilihan tersendiri bagi para penggemar ikan, dan dapat menyesuaikan dengan kesukaannya. Walaupun banyak penggemar ikan air tawar, namun tidak  semua penggemar ikan menyukai semua jenis ikan air tawar dengan berbagai macam sebab dan alasannya.

Di sini kita akan membahas/mengenal jenis-jenis ikan air tawar yang dapat dibudidayakan, selain memiliki khas rasa yang berbeda juga memiliki pangsa pasar yang sangat menjanjikan untuk dapat dibudidayakan. Tidak heran banyak pembudidaya yang memelihara jenis ikan-ikan tersebut.

1. Lele


Lele menjadi ikan budidaya favorit bagi sebagian masyarakat pembudidaya, selain perawatan yang tergolong mudah juga durasi panen tidak terlalu lama. Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan ekonomis serta memiliki pertumbuhan yang begitu cepat dan dapat dibudidaya dengan kepadatan yang tinggi serta hasil produksi yang cukup menjanjikan. Dalam kurun waktu antara 2-3 bulan, ikan lele sudah bisa untuk dipanen. Keunggulan lainnya pada ikan lele yaitu memiliki efisiensi pakan yang sangat tinggi dibandingkan dengan jenis ikan lainnya, sehingga memudahkan pembudidaya untuk melakukan rekayasa pakan dengan membuatkan pakan tambahan. Untuk menghasilkan daging seberat 1 kilogram pada lele, membutuhkan 1 kilogram pakan.

2. Gurame


Ikan gurame tergolong kedalam kelompok ikan air tawar yang cukup populer bagi para pecinta kuliner, ikan jenis ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan banyak dibudidaya seperti jenis ikan ekonomis lainnya. Dalam budidaya gurame juga tergolong tidak sulit, apalagi gurame dapat dipijahkan (dikawinkan) secara alami. Budidaya ikan jenis ini tidak banyak membutuhkan peralatan-peralatan khusus selama budidaya berlangsung, gurame dapat dibudidayakan di segala media perairan yang berarus tenang. Bahkan di tempat yang sempit sekalipun gurami tetap dapat dibudidaya.

3. Nila


Ikan nila masih termasuk dalam kerabat ikan jenis mujair, kedua jenis ikan ini memiliki kemiripan sifat, yaitu mudah berkembang biak dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi yang baik. Oleh sebab itu ikan nila menjadi salah satu ikan yang mudah untuk dibudidayakan, selain mudah juga rasa yang gurih dan pemasaran yang cukup stabil. Ikan nila banyak dijumpai di alam bebas pada perairan air tawar, seperti sungai, waduk, dan rawa-rawa. Ikan nila termasuk hewan pemakan segala atau omnivora. Makanan alaminya yaitu plankton, tumbuhan air dan berbagai hewan air lainnya.

4. Patin


Ikan patin merupakan ikan yang tak memiliki sisik seperti halnya ikan lele, dagingnya yang gurih yang memiliki semacam duri (patil) di bagian siripnya. Keduanya tergolong dalam krlompok catfish. Atau sebutan lain pada ikan patin yaitu ikan lele bengkok. Kabar baiknya ikan patin lebih mudah dibudidayakan daripada ikan lele yang memiliki sifat kanibal. Ikan patin juga termasuk menjadi pilihan tepat untuk dapat dibudidayakan.

5. Bawal Air Tawar



Ikan bawal adalah jenis ikan air tawar yang berasal dari Amerika Selatan, di Brazil ikan ini banyak ditemukan di sungai amazon, tak heran bentuknya yang mirip ikan piranha. Selain di Indonesia ikan bawal juga banyak tersebar luas di seluruh dunia. Ikan jenis ini termasuk kedalam jenis ikan yang pertumbuhannya sangat cepat, dalam kurun waktu 3 bulan saja berat badannya dapat mencapai 1 kg. Ikan bawa termasuk jenis ikan pemakan daging, yang jika kurang pemberian pakan maka ia akan memakan sesamanya. Melihat perkembangan produksi ikan bawal yang terus meningkat, maka ikan ini pada akhirnya menjadi ikan konsumsi, selain rasanya yang enak dan juga gurih.

6. Ikan Mas



Jenis ikan air tawar yang terakhir adalah ikan mas, jenis ikan yang banyak digemari oleh penikmat kuliner. Keberadaan ikan mas di Indonesia dengan didatangkan dari Eropa dan Tiongkok, menurut catatan sejarah masyarakat Ciamis, Jawa Barat sudah menguasai cara pembenihan ikan mas sejak tahun 1860 dengan bantuan kakaban. Membudidaya ikan mas dapat dilakukan dengan berbagai macam tekhnik seperti metode air deras, maupun air tenang. Adapun media tempat budidaya dapat menggunakan kolam tanah, kolam beton bahkan kolam terpal.

Tuesday, December 11, 2018

Budidaya Ikan Kolam Bundar

Dalam budidaya ikan persiapan kolam menjadi faktor utama yang harus diperhitungkan, baik dari jenis kolam apa yang hendak digunakan sampai kebersihan kolam harus terjaga dengan baik, hal ini guna memicu pertumbuhan ikan menjadi sehat dan tentunya akan berdampak positif pasca pemanenan. Banyaknya referensi jenis kolam yang berkembang luas tentu akan menjadi pilihan yang perlu diperhitungkan, tentu semua itu harus disesuaikan dengan situasi tempat dan selera setiap individu. Jika lahan sempit maka dapat menggunakan jenis kolam yang sederhana dan memiliki diameter yang lebih kecil, namun jika memiliki lahan yang cukup luas maka bisa menggunakan jenis kolam beton atau bahkan kolam tanah buatan dengan diameter yang lebih besar.

Melihat kondisi saat ini dimana jumlah penduduk semakin tahun semakin bertambah banyak, maka lahan-lahan yang luas semakin berharga keberadaannya, artinya masyarakat akan lebih memilih menginfestasikan lahannya untuk manifestasi jangka panjang daripada harus dibuat kolam tanah buatan, yang dianggap sudah tidak efektif lagi saat ini. Dengan demikian banyak alternatif lain untuk membuat kolam ikan selain menggunakan kolam tanah buatan, yang tentu akan lebih ramah lingkungan dan lebih efektif dan efisien.

Seperti saat ini yang cukup menarik perhatian banyak orang atas keberadaannya yaitu kolam bundar dengan diameter yang lebih kecil, dan mampu menampung bibit ikan hingga panen sampai 10 kali lipat banyaknya. Sampai-sampai hampir semua pembudidaya ikan tradisional beralih ke kolam bundar, melihat keuntungannya yang lebih sederhana dan ringkas dibandingkan kolam tanah. Kolam bundar disebut-sebut sebagai inovasi yang sangat menguntungkan, dan sangat ramah lingkungan, sebab diameternya yang lebih kecil dan sederhana untuk dapat pengaplikasikan di mana pun tempat, termasuk di halaman rumah yang sempit.


 Gambar 1 : Kolam bundar di lahan yang sempit

Selain dimensinya yang kecil dan sederhana, keuntungan lain dari kolam bundar yaitu dapat menampung bibit ikan hingga panen dengan jumlah tebar yang sangat padat, kolam bundar dengan diameter 2 dapat menampung bibit lele hingga panen sampai 3000 ekor lele. Hal ini dikarenakan dimensi kolam yang bundar akan membuat ikan terus aktif bergerak dan tidak cenderung diam di pojok kolam sebagaimana kolam yang dimensinya kotak. Situasi ini akan memicu kesehatan lele yang aktif bergerak, dengan dibantu aerator sebagai tambahan oksigen untuk mencukupi kebutuhan ikan yang jumlah tebarnya padat.


Gambar 2 : Proses pembuatan kolam bundar di lahan yang sempit


Kolam bundar menjadi alternatif bagi siapa saja yang ingin mencoba budidaya ikan dengan modal yang relatif lebih murah dan ramah lingkungan, lahan yang sempit sekalipun bukan menjadi permasalahan yang besar. Kolam bundar menjawab semua permasalahan siapapun yang ingin usaha budidaya ikan namun tidak adanya lahan yang memadai, bahkan yang baru memulai budidaya ikan bisa mencoba dengan menggunakan konstruksi kolam bundar.

Walaupun banyak yang berpendapat bahwa kolam terpal tidak akan menghasilkan panen yang lebih baik seperti pada kolam tanah, dengan alasan tidak adanya nutrisi yang diperoleh dari dasar kolam, tidak seperti kolam tanah yang dapat memberikan nutrisi secara alami. Namun pendapat seperti itu tidak demikian, justru kolam terpal akan menghasilkan panen yang lebih baik daripada kolam tradisional jika dalam merawatnya dengan cara yang baik dan benar. Begitupun sebaliknya, kolam tanah tradisional tidak akan menghasilkan panen yang baik jika dalam merawatnya tidak benar. Pada kenyataannya saat ini banyak pembudidaya menggunakan kolam terpal bundar. Semua berdasarkan cara bagaimana merawatnya yang baik dan benar, perawatan dalam budidaya ikan menjadi prioritas yang harus diperhatikan, mulai dari vitamin, probiotik dan pakan yang benar guna mendapatkan hasil yang maksimal.

Monday, December 10, 2018

Sistem Bioflok Padat Tebar Ikan

Pengaruh terbesar dalam budidaya ikan adalah makanan, sebab pakan dapat menentukan  baik buruknya pertumbuhan ikan dan juga kesehatan ikan. Makanan dalam dalam hal ini, tidak sepenuhnya kita asumsikan hanya pellet saja, akan tetapi apa saja yang dimakan oleh ikan selama  periode budidaya berlangsung. Pakan yang sudah diberikan pada ikan, tidak sepenuhnya dapat diserap oleh tubuh ikan secara sempurna, akan tetapi kurang lebih sebesar 20-30% saja, dan sisanya akan terbuang melalui insang dan anus yang menjadi kotoran. Seiring berkembangnya inovasi-inovasi dan teknologi alamiah, terdapat berbagai metode atau cara yang dikemukakan untuk mengolah kotoran dan sisa pakan menjadi senyawa yang bermanfaat untuk pertumbuhan ikan, salah satunya yaitu sistem Bioflok.

Bioflok adalah merupakan suatu sistem yang memanfaatkan bakteri pembentuk Flok dalam pengelolaan limbah selama budidaya. Bioflok merupakan agregat diatom, makroalga, sisa pellet, eksoskeleton organisma mati, bakteri, protista dan invertebrata. Flok yang terbentuk inilah yang akan dimanfaatkan sebagai tambahan pakan ikan yang mengandung nutrisi yang tinggi, yang mampu disandingkan dengan pakan alami seperti pellet, sehingga pertumbuhan ikan sangat cepat dan dapat mengurangi jumlah pakan normal. 

Dapat disimpulkan bahwasanya teknologi sistem bioflok menjadi teknologi yang sangat rekomendasi yang memanfaatkan hasil metabolisma ikan yang mengandung nitrogen untuk diubah menjadi protein yang dapat dimanfaatkan oleh ikan secara instan, sehingga ikan yang dibudidayakan dapat memperoleh protein tambahan dari pakan alami yang disebut Flok, disamping pakan pellet yang diberikan.

Dalam budidaya ikan dengan sistem bioflok merupaka teknik pemeliharaan dengan memaksimalkan wadah/media kolam yang sangat terbatas, di mana airnya dikondisikan menjadi kaya microorganisme bermanfaat yang akan menguraikan kotoran ikan menjadi makanan lagi. Kotoran akan menjadi gumpalan-gumpalan kecil yang mana hal terebut yang akan menjadi pakan alami hasil bioflok.

Sistem bioflok dibandingkan dengan sistem tradisional dalam budidaya ikan tentu menjadi perbandingan terbalik di antara keduanya, budidaya ikan dengan sistem tradisional tentu akan membutuhkan persiapan yang ekstra besar, mulai dari media kolam yang biasa kita jumpai menggunaka kolam beton, kolam tanah buatan, yang jelas sudah kurang efektif lagi di zaman melenial seperti saat ini, atau dapat dikatakan tidak ramah lingkungan. Tidak hanya persiapan kolam saja yang membutuhkan modal dan lahan yang besar, dalam pengaplikasian pakan pun dirasa sangat kurang efektif, sebab selama periode budidaya untuk memberikan nutrisi pada ikan hanya mengandalkan pakan berupa pellet saja, tanpa adanya pakan alami sebagai pakan pendamping dan nutrisi yang baik bagi ikan. Tentu hal ini akan membuat pengeluaran akan semakin membengkak, mengingat harga pakan semakin tahun semakin naik.


Oleh sebab itu sistem bioflok menjadi alternatif pemilihan yang sangat sederhana dan praktis untuk budidaya ikan secara intensif, selain dimensi kolam yang tergolong lebih kecil namun dapat memuat bibit ikan dengan jumlah yang banyak, juga dalam menerapkan sistem tersebut tidak harus memiliki lahan yang luas. Dimensi yang kecil dengan padat tebar yang tinggi akan menghasilkan kesetaraan bobot ikan yang maksimal, tanpa melakukan penyortiran ikan seperti pada umumnya. Dalam hal ini disebabkan flok yang terjadi membuat ikan tidak kekurangan pakan, sehingga ikan akan bertumbuh selaras dengan ikan-ikan yang lain.

Cara Pembesaran Budidaya Ikan Gurame

Pembesara ikan gurame menjadi usaha yang paling akhir dilakukan setelah proses pembenihan, pembesaran merupakan kegiatan pemeliharaan yang ...