Showing posts with label pakan lele. Show all posts
Showing posts with label pakan lele. Show all posts

Tuesday, December 18, 2018

Cara Buat Pakan Tambahan Untuk Ikan Lele

Pemberian pakan pada saat budidaya ikan lele tentu menjadi kebutuhan prioritas yang harus terpenuhi kecukupannya. Jumlah pakan pada saat budidaya menjadi biaya terbesar guna memenuhi nutrisi pada ikan lele budidaya, dengan demikian pakan menjadi modal terbesar selama budidaya berlangsung yakni sekitar 50-70% dari semua biaya yang ada. Tak jarang banyak pembudidaya mengeluhkan pengeluaran pakan yang begitu besar, bahkan sampai ada yang menghentikan budidayanya. Mereka menganggap budidaya ikan hanya akan menghabiskan biaya pakan saja, sedangkan hasil panen hanya cukup untuk mengganti biaya pengeluaran pakan tanpa ada hasil pendapatan.

Sebenarnya pengeluaran pakan pada ikan dapat kita minimalisir jika kita cermat dalam pengelolaannya, ikan lele tergolong rakus dalam segi pakan. Oleh sebab itu ikan lele mudah dibudidayakan karena sifat lele yang suka makan segala omnivora. Artinya kita dapat menambahkan pakan tambahan pada budidaya ikan lele guna menekan pengeluaran jumlah pakan yang berlebih, salah satunya dengan dapat dibuatkannya pakan tambahan, sebagai pakan alternatif yang juga memiliki protein yang baik bagi ikan lele. Kebutuhan nutrisi pada pakan lele tidak bisa diabaikan, dengan nutrisi yang tercukupi maka pertumbuhan pada ikan lele juga akan bertambah baik.

Meskipun pakan ikan lele dapat diproduksi sendiri, tak sedikit para pembudidaya mengabaikan kualitas pada pakan buatan tersebut. Dengan menggunakan bahan-bahan yang tak layak dijadikan makanan untuk ikan, jika ini terjadi ikan lele tumbuh dalam keadaan tidak sehat sehingga ikan mudah mati pasca pemanenan, pada akhirnya tengkulak enggan menerima ikan hasil panenan tersebut. Maka dari itu, perhatikan bahan-bahan yang hendak dijadikan pakan tambahan pada ikan, agar tak menyesal di kemudian hari.

Berikut cara pembuatan pakan tambahan yang dapat dijadikan menu makanan pada ikan lele, serta bahan-bahan yang perlu dipersiapkan :

1. Ampas Tahu


2. Dedak/bekatul


3. Ikan Asin


4. Ragi Tape


Cara pembuatan:
Giling semua bahan yang telah disiapkan menjadi satu bagian ke dalam alat penggilingan, setelah semua bahan selesai digiling selanjutnya adonan bahan-bahan tersebut di masukan ke dalam media tempat/wadah yang tertutup rapat, kemudian diamkan ke dalam wadah hingga 3-4 hari (cara ini disebut dengan fermentasi). Setelah semua proses dilalui, maka pakan tersebut dapat diberikan pada si kumis (lele)

Catatan : Ikan asin sebelum digunakan, terlebih dahulu direndam selema beberapa jam guna menghilangkan rasa asin pada ikan, kemudian tiriskan sampai ikan benar-benar kering atau lembab, setelah itu ikan siap digunakan. Sedangkan jumlah bahan pakan buatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan ikan, kecuali bahan ragi tape tidak boleh lebih banyak dari ketiga bahan tersebut. Misalkan, ingin membuat pakan sebanyak 20 kg maka ragi tape hanya membutuhkan 5 butir saja.

Demikian cara membuat pakan tambahan pada ikan lele, dengan bahan-bahan yang sederhana dan cara yang ringkas dapat menekan pengeluaran jumlah pakan yang berlebih pada saat budidaya ikan lele. Selain dapat diberikan pada ikan lele, pakan buatan tersebut juga dapat diberikan untuk budidaya ikan patin. Meskipun banyak cara atau resep tentang pembuatan pakan lele, bukan berarti kita mengesampingkan pakan pellet sebagai pakan utama pada budidaya ikan lele. Pakan tambahan hanya sebatas alternatif saja guna mengurangi jumlah pakan pellet yang berlebih, pakan pellet tetap menjadi pakan prioritas demi tercapainya hasil panen yang maksimal pada ikan lele.

SEMOGA BERMANFAAT..


Wednesday, December 12, 2018

Cara Membuat Pakan Lele dan Patin

Mengingat kebutuhan pakan pada saat budidaya ikan menjadi permasalahan yang sangat berarti bagi para pembudidaya, ditambah lagi harga pakan semakin melambung tinggi, hal ini tentu membuat para pembudidaya mencari akal guna memenuhi kebutuhan pakan si kumis (lele, patin). Kebutuhan pakan selama periode budidaya persentasenya paling tinggi dibanding kebutuhan yang lain, mencapai 60-70%, itu artinya konsumsi pakan untuk ikan sangat tinggi. Kebutuhan pakan yang tidak memenuhi standar akan berdampak pada pertumbuhan ikan yang tidak baik, terlebih ikan jenis lele, jika kebutuhan pakan tidak memadai lele akan saling memakan satu sama lain, karena lele bersifat hewan omnivora pemakan tumbuhan dan daging serta bersifat kanibal. Meskipun jenis ikan lain tidak termasuk kanibal seperti halnya lele, namun tetap saja kebutuhan pakan tetap nomor satu. Hal ini tentu menjadi dilema terbesar bagi pembudidaya, harga pakan yang tinggi sedangkan hasil panen yang tidak sesuai.

Bahkan tidak sedikit pembudidaya yang mengalami kerugian finansial akibat ketidaksesuaian antara biaya perawatan selama budidaya dengan hasil panen, tidak menutup kemungkinan juga jika kondisi seperti ini terus bertahan maka kebangkrutan akan terus menghantui para pembudidaya, sampai-sampai yang awalnya ingin mencoba untuk membudidayakan ikan kembali mengurungkan dirinya untuk tidak melanjutkan niatnya, hal ini karenakan rasa kekhawatiran mereka untuk tidak bisa mendapat keuntungan pasca panen. Dampaknya sangat luas, sedangkan peristiwa seperti ini dapat diatasi jika kita mengetahui caranya. Hanya saja masih banyak pembudidaya yang enggan mencari cara lain dan hanya mengandalkan pakan dari toko saja (pellet), tentu akan menambah pembengkakan pengeluaran akibat managemen pakan yang tidak terkondisikan dengan baik.

Meskipun ikan selain jenis lele tidak bersifat kanibal, bukan berarti hal ini menjadi situasi yang aman untuk tidak memperhatikan managemen pakan yang baik, walaupun jenis lain tidak kanibal akibat kurangnya pakan maka dampak negatif lainnya berdampak pada pertumbuhan yang tidak maksimal (ikan kuntet/kerdil) pada ikan. Tentu akan sama saja, kerugian akan tetap dirasa karena hasil panen yang tidak menyesuaikan biaya peratwatan. Walaupun banyak yang berpendapat bahwa jenis ikan tertentu mudah perawatannya, mudah pemberian pakannya namun bukan berarti hal mudah tersebut dapat menjamin kelangsungan hidup ikan yang baik. Baik buruknya dalam merawat pertumbuhan ikan tergantung bagaimana cara kita memperlakukannya, terutama dari faktor pakan yang baik.

Pembuatan pakan alternatif adalah cara yang bijak untuk meminimalisir pengeluaran pakan pada ikan, pakan alternatif membantu menekan jumlah pakan pellet normal untuk ikan yang dapat disandingkan bersamanya. Cara seperti ini yang dapat membantu jumlah biaya pakan yang tidak terlalu banyak, dengan pakan tambahan akan tetap menjaga standarisasi asupan pakan pada ikan untuk menopang pertumbuhan ke hasil yang maksimal. Dengan ini pembudidaya tidak perlu merasa khawatir lagi terkait biaya budidaya yang sangat besar.

Adapaun bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat pakan alternatif sebagai berikut:
1. Dedak/bekatul 40 Kg
2. Tepung ikan/bubuk ikan asin 35 Kg
3. Tepung jagung 10 Kg
4. Tepung tapioka 5 Kg
5. Probiotik Microorganisme 1 lt
6. Ragi tape 10 butir

Semua bahan-bahan di atas dicampur menjadi satu dan digiling, hingga menjadi butiran-butiran seperti pakan pellet. Lihat video singkat di bawah ini:


Selain dapat dijadikan pakan alternatif untuk ikan, pakan tersebut juga dapat diberikan untuk hewan ternak seperti unggas dan sejenisnya. Pakan alternatif yang dibuat di atas dapat disimpan sebagai persediaan pakan pendamping pellet. Dengan demikian pengeluaran pakan selama budidaya berlangsung dapat dipangkas dari biaya normal, dan yang lebih penting hasil panen menjadi lebih maksimal.

SELAMAT MENCOBA..

Cara Pembesaran Budidaya Ikan Gurame

Pembesara ikan gurame menjadi usaha yang paling akhir dilakukan setelah proses pembenihan, pembesaran merupakan kegiatan pemeliharaan yang ...